MANAJEMEN ANGGARAN/BIAYA PENDIDIKAN

by 0

Oleh: MAR' ATUS SHOLIKHAH

            Setiap unit kerja selalu berhubungan dengan masalah keuangan, demikian pula sekolah. Persoalan yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. Terhadap setiap penggunaan biaya dilakukan pembukuan yang tertib sesuai peraturan yang berlaku, seperti penggunaan Buku Kas Taberalis, Buku Skontro, Buku Penerimaan SPP, Buku Bantuan, dan sebagainya dalam manajemen anggaran/biaya.

             Mengingat kegiatan Tata Keuangan yang sangat peka, maka kegiatan pemeriksaan yang rutin harus dilakukan oleh kepal Sekolah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu proses operasional pendidikan sekolah. Pada hakikatnya yang diadministrasikan oleh sekolah adalah anggaran/biaya pendidikan, bukan mengadministrasikan uangnya seperti yang dikelola oleh bank.

             
SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan seperti yang ditunjukkan padapasal 12 keputusan tersebut yakni membantu penyelengaraan anggaran/biaya sekolah, kesejahteraan personel, perbaikan sarana dan kegiatan supervisi.
Yang dimaksud penyelenggaraan sekolah ialah:
- Pengadaan alat atau bahan manajemen
- Pengadaan alat atau bahan pelajaran
- Penyelenggaraan ulangan, evaluasi belajar, kartu pribadi, rapor dan STTB
- Pengadaan perpustakaan sekolah
            - Prakarya dan pelajaran praktek

              Selanjutnya pada pasal 18 dinyatakan bahwa kedudukan kepala sekolah dalam pengelolaan SPP adalah bendaharawan khusus yang bertanggungjawab dalam penerimaan, penyetoran dan penggunaan dana yang telah ditentukan terutama dan penyelenggaraan sekolah.  Oleh karenanya kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya, usaha pembinaan kesejahteraan pegawai kiranya perlu diperhatikan data anggaran /biaya pendidikan tersebut.

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

by 0

Oleh: Fella Megawati Maulida
                                                                     

1. Pengertian Manajemen Peserta Didik
        Manajemen Peserta Didik atau Pupil Personnel Adminisration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah. (Knezevich, 1961). Manajemen Peserta Didik juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.
2. Tujuan Manajemen Peserta Didik
Sedangkan tujuan dari manajemen peserta didik yaitu untuk mengatur kegiatan – kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran disekolah agar berjalan lancar , tertib, dan terartur sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dan fungsi dari manajemen peserta didik sendiri adalah sebagai wahana peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin , baik mengenai segi – segi individualismenya , segi sosial , dan segi potensial peserta didiknya . 
3. Prinsip Manajemen Peserta Didik 
Adapun prinsip agar tujuan manajemen peserta didik dapat tercapai yaitu;
1)     Dalam mengembangkan program Manajemen peserta didik, penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
2)             Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah.
3)             Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.
4)             Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mepunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan.
5)             Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbinganpeserta didik.
6)             Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik.
7)             Kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.
4. Ruang lingkup manajemen peserta didik 
Ada tiga tugas utama dalam bidang manajemen peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut yaitu penerimaanpeserta didik, kegiatan kemajuan belajar serta bimbingan dan pembinaan disiplin.
Dalam pembahasan ini manajemen peserta didik meliputi beberapa kegiatan yaitu :
1. Perencanaan terhadap peserta didik
2. Pembinaan dan pengembangan  peserta didik
3. Pencatatan dan pelaporan peserta didik

I. Perencanaan Terhadap Peserta Didik 
Perencanaan peserta didik akan langsung berhubungan dengan kegiatan penerimaan dan proses pencatatan atau dokumentasi data pribadi siswa, yang kemudian tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan pencatatan atau dokumentasi data hasil belajar dan aspek-aspek lain yang diperlukan dalam kegiatan kurikuler dan ko-kurikuler. 
Langkah yang pertama yaitu perencanaan terhadap peserta didik, yaitu  meliputi kegiatan; 
a. Analisis kebutuhan peserta didik
Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan adalah:
1)  Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima
2) Menyusun program kegiatan siswa

b. Rekruitmen peserta didik 
Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada hakikatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan. Langkah-langkah rekruitmen peserta didik adalah sebagai berikut:
1)             Pembentukan panitia penerimaan siswa baru, yang terdiri dari semua unsur guru, tenaga tata usaha dan dewan sekolah/komite sekolah. Panitia ini bertugas mengadakan pendaftaran calon siswa, mengadakan seleksi dan menerima pendaftaran kembali siswa yang diterima.
2)             Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka.

c. Seleksi peserta didik 
Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calonpeserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Adapun cara-cara seleksi yang dapat digunakan adalah:
1)             Melalui tes atau ujian, yang meliputi psikotest, tes jasmani, tes kesehatan, tes akademik atau tes ketrampilan.
2)             Melalui Penelusuran Bakat Kemampuan
3)             Berdasarkan nilai STTB atau nilai UAN.

d. Orientasi peserta didik baru Orientasi peserta didik (siswa baru) adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan lingkungan sosial sekolah.

e. Penempatan peserta didik (pembagian kelas) yaitu kegiatan pengelompokan peserta didik yang dilakukan dengan sistem kelas, pengelompokan peserta didik bisa dilakukan berdasarkan kesamaan yang ada pada peserta didik yaitu jenis kelamin dan umur. Selain itu juga pengelompokan berdasar perbedaan yang ada pada individu peserta didik seperti minat, bakat dan kemampuan. 

II. Pembinaan dan pengembangan peserta didik 
Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan  sehingga anak mendapatkan bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang. Lembaga pendidikan (sekolah) dalam pembinaan dan pengembangan peserta didik biasanya melakukan kegiatan yang disebut dengan kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler.
Kegiatan kurikuler adalah semua kegiatan yang telah ditentukan dalam kurikulum yang pelaksanaannya dilakukan pada jam-jam pelajaran. Kegiatan kurikuler dalam bentuk proses belajar mengajar dengan nama mata pelajaran atau bidang studi yang ada di sekolah dan bersifat wajib. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan diluar kelas dan ketentuan yang ada didalam kurikulum.Kegiatan ini biasanya terbentuk berdasarkan bakat dan minat peserta didik 
Keberhasilan pembinaan dan pengembangan peserta didik diukur melalui proses penilaian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan (guru). Ukuran yang sering digunakan adalah naik kelas dan tidak naik kelas bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat akhir sebuah lembaga pendidikan (sekolah).

III.  Pencatatan dan pelaporan peserta didik yaitu dimulai sejak peserta didik diterima di sekolah sampai dengan tamat atau meninggalkan sekolah. Tujuan pencatatan tentang kondisi peserta didik dilakukan agar lembaga mampu melakukan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga dalam perkembangan peserta didik di sebuah lembaga. 


sumber ; http://titis-aribowo.blogspot.com/2011/06/manajemen-peserta-didik.html , 
               Student Go Blog  MANAJEMEN PESERTA DIDIK.htm

Manejemem Komponen-Komponen Sekolah

by 0

Oleh : MERUDA DANU NUR SETIOKO
 
Manajemen Sekolah adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengontrolan sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan (visi sekolah). Menejemen Sekolah pada hakekatnya mempunyai pengertian yang hampir sama dengan menejemen pendidikan. Namum demikian menejemen pendidikan mempunyai jangkauan yang lebih luas dari pada  Manajemen Sekolah.
Dengan kata lain, manajemen sekolah merupakan bagian dari menejemen pendidikan, penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan yang berlaku. Manajemen sekolah terbatas hanya pada satu sekolah saja, sedangkan menejemen pendidikan meliputi seluruh komponen sistem pendidikan, bahkan bisa menjangkau sistem yang lebih luas dan besar (suprasistem) secara regional, nasional, bahkan internasional. Upaya Menejemen Sekolah untuk meningkatan mutu pendidikan di sekolah perlu didukung kemampuan manajerial Kepala Sekolah. Hendaknya Kepala Sekolah berupaya untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.
Menejemen  Sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang professional untuk mengoperasikan mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, hal ini penting karena di setiap sekolah mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, serta partisipasi masyarakat yang tinggi.
Menejemen Sekolah, memberikan kewenangan penuh kepada Kepala Sekolah untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan suatu sekolah, yang meliputi input siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, dana, menejemen , lingkungan, dan kegiatan belajar-mengajar. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu disusun buku Menejemen Sekolah, yang menguraikan tentang berbagai hal yang perlu dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya dalam rangka menyelenggarakan pendidikan inklusi secara efektif dan efisien.

KONSEP SEKOLAH EFEKTIF

by 0

Oleh: Geni Rangga
Di era globalisasi ini kemajuan sekolah merupakan esensi dari pengelolaan sekolah melalui pemeliharaan mutu. Globalisasi memberikan warna tersendiri bagi arah pencapaian tujuan pendidikan. Dunia sekarang ini menjadi satu yang di satukan oleh media komunikasi dan informasi sehingga menuntut dunia pendidikan bersinergi dengan berbagai perubahan melalui rekayasa manajemen pendidikan dengan tatap memegang citra diri bangsa. Adanya globalisasi sangat mempengaruh perkembangan sekolah. Mutu sudah menjadi satu keharusan dan menjadi konsep yang paling manjur untuk menjawab tantangan global sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.
Salah satu konsep perbaikan input, proses dan output yang berkualitas adalah TQM. TQM diartikan sebagai manajemen berkualitas secara total dimana suatu pendekatan yang sistematis, praktis, dan strategis bagi pendidikan yang mengutamakan mutu. TQM merupakan proses berlanjut pada peningkatan berkualitas dimana tujuan akhirnya adalah untuk merubah proses dengan peningkatan kepuasan pelanggan. TQM menuntut orang tua untuk bekerja sebaik mungkin dan memeberikan fasilitas. Pencapaian tingkat kualitas bukan merupakan hasil penerapan cara instan jangka pendek untuk meningkat kan daya saing. Tujuan dari adanya kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah untuk memperbaiki kinerja sumber daya manusia. Peranan pemimpin bukan untuk mendikte bawahan tapi memberikan kemudahan, pemimpin harus mengubah diri sendiri baik aspek nilai, keyakinan, asumsi, maupun organisasi. Pendidikan lebih di apresiasikan sebagai sekolah efektif, efektifitas sekolah tidak dapat di pisahkan dengan mutu pendidikan. Mutu pendidikan adalah mutu semua komponen yang ada dalam sistem pendidikan.
Sekolah merupakan institusi yang di dalamnya terdapat komponen guru, siswa dan staf administrasi yang masing- masing mempunyai tugas tertentu dalam melancarkan program. Sebagai pendidikan formal sekolah harus menghasilkan lulusan memepunyai kemampuan akademis tertentu, ketrampilan, sikap, mental dan kepribadian. Keberhasilan sekolah merupakan tujuan dan sasaran pendidikan pada tingkat nasional. Berdasarkan sekolah efektif dan tidak efektif  mengacu pada sejauh mana sekolah mencapai tujuan dan sasaran yang di tetapkan. Sekolah di sebut efektif apabila sekolah mencapai yang di rencanakan, sehingga sekolah yang di sebut efektif jika terdapat hubungan yang kuat anatara anatara apa yang di rumuskan untuk di kerjakan dengan hasil yang di capai sekolah. Efektifitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran atau tujuan yang telah di capai. Sekolah efektif adalah sekolah yang memebuat prestasi, tidak saja pada siswa tetapi pada komponen yang melingkupinya.

Ciri –ciri sekolah efektif

by 0

Oleh : MIYANTO

Tidak semua sekolah memiliki semua komponen system yang efektif.ini semua tergantung pada tingkat pencapaian tujuan yang telah di tetapkan oleh oleh masing –masing komponen.terutama pada tercapainya output sekolah,yaitu sebagai sentral tujuan pendidikan.namun semua itu harus ada komponen- komponen penting yang harus di capai dan di terapkan pada  semua sekolah agar tujuan output dapat tercapai,misal beberapa komponen yang harus di capai :
·         Penggaturan kelembagaan yang didasarkan pada prestasi dan kenyamanan staf
·         Perhatian terhadap kebutuhan ,aspirasi,dan karier staf
·         Pengembangan budaya sekolah dan manajemen sekolah yang modern yang di dasarkan pada share,care,fair.
 David A.squires.et.al.(1983) merumuskan ciri yaitu :
1.      Adanya standar disiplin yang berlaku di sekolah.
2.      Memiliki aturan rutinitas kegiatan di kelas.
3.      Mempunyai standar prestasi yang tinggi.
4.      Siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
5.      Siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik.
6.      Adanya penghargaan untuk siswa berprestasi.
7.      Para siswa diharapkan mempunyai tanggung jawab yang di akui secara umum.
8.      Siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada factor keberuntungan dalam mendapatkan prestasi.
9.      Kepala sekolah mempunyai program supervisi,pengawasan,dibantu oleh guru demi tercapainya tujuan.

Pendapat Jaap Scheerens(1992) sebagai berikut :

1.      Kepemimpinan yang kuat.
2.      Penekanan pada pencapaian kemampuan dasar.
3.      Adanya lingkungan yang nyaman.
4.      Harapan yang tiggi pada prestasi siswa.
5.      Penilaian rutin yang dibuat program oleh siswa.

Pendapat Edward Heneveld sebagai berikut :
1.      Dukungan orang tua siswa dan lingkungan.
2.      Dukungan yang efektif dari system pendidikan.
3.      Dukungan materi yang cukup.
4.      Kepemimpinan yang efektif.
5.      Pengajaran yang baik.
6.      Waktu yang cukup di sekolah.
7.      Fleksibilitas dan otonom
8.      Sikap yang positif dari para guru.
9.      Peraturan dan disiplin.
10.  Kurikululum yang terorganisir.
11.  Harapan yang tunggi dari siswa.
12.  Adanya penghargaan dan insensif.
13.  Waktu pembelajaran yang cukup.
14.  Variasi dan strategi penggajaran.
15.  Frekuensi pekerjaan rumah.
16.  Adanya penilaian dan umpan balik sesering mungkin.

SEKOLAH UNGGUL

by 1

Oleh : Asri Khomsa Mustaqomah

Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu namun dalam penerapanya bahkan penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan, dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
            Untuk menyikapi semua itu system pembelajaran yang selama ini berlaku disemua tingkat pendidikan yaitu adanya keterkungkungan siswa dan guru dalam melaksanakan KBM, dimana Siswa dan Guru dikejar dengan pencapaian target kurikulum dalam artian guru dituntut menyelesaikan semua materi yang ada dalam kurikulum tanpa memperhatikan ketuntasan belajar siswa, disamping itu adanya anggapan bahwa belajar adalah berupa transformasi pengetahuan (Transfer of knowlwdge).Pada sisi unggulan semua sistem itu seharusnya tidak diterapkan agar apa yang menjadi harapan siswa, orang tua siswa, pemerintah, masyarakat dapat tercapai.
            Bagaimana cara belajar, artinya belajar itu tidak hanya berupa transformasi pengetahuan tetapi jauh lebih penting adalah mempersiapkan siswa belajar lebih jauh dari sumber-sumber yang mereka temukan dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun dari lingkungan dimana dia tumbuh guna mengembangkan potensi dan perkembangan dirinya atau dengan kata lain belajar pada hakekatnya bagaimana mengartikulasikan pengetahuan-pengetahuan siswa kedalam kenyataan hidup yang sedang dan yang akan dihadapi oleh siswa.
            Dalam hal mengembangkan sekolah kearah sekolah unggul (sekolah efektif) disamping perubahan-perubahan tersebut masih banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Sarana dan prasarana, Menejemen persekolahan,Visi danMisi sekolah, Profesionalisme Guru dan lain-lain. Untuk Profesionalisme bukan berarti menguasai sebagian besar pengetahuan tatapi lebih penting adalah bagaimana membuat siswa dapat belajar, guru dan siswa disederhanakan agar tidak tercipta gep,adanya perilaku guru yang membuat siswa tersisih atau terpisah dari gurunya, guru dan siswa harus terjalin komunikasi agar dalam proses pembelajaran ada keterbukaan siswa mengeritik dan mengeluarkan pendapat. Sebab bukan tidak mungkin dengan pengaruh perkembangan teknologi siswa lebih pintar dari gurunya. 
            Pada kenyataannya diera sekarang ini banyak guru yang gaptek ( gagap tekhnologi ) dan siswa lebih banyak mencari ilmu pengetahuan lewat internet yang notabene lebih luas cakupannya dan kalau tidak diimbangi dengan pengetahuan agama dapat menjadikan generasi yang salah, walaupun tidak semua tetapi kita perlu waspadai dengan banyaknya situs-situs diinternet yang tidak terkontrol.

KARAKTERISTIK SEKOLAH EFEKTIF

by 0

oleh: Koeri ulinuha

Sekolah harus memiliki visi dan misi yang jelas sehingga sekolah memiliki tuajuan untuk di capainya maka dari itu sekolah harus mempunyai ciri-ciri dan karakteristik sekolah yang efektif.  Berikut adalah karakteristik sekolah yang efektif. pertama Adanya visi dan misi yang dipahami bersama oleh komunitas sekolah, yang dari sini dapat dirinci lagi menjadi tiga. yaitu adanya system nilai dan keyakinan yang saling di mengerti oleh komunitas sekolah, adanaya tujuan sekolah yang jelas dan adanya kepemimpinan intruksional. Kedua iklim belajar yang kondusif di sekolah yang meliputi. Adanya keterlibatan dan tanggung jawab siswa, lingkungan fisik yang mendukung, perilaku siswa yang positif, adanya dukungan keluarga dan masyarakat terhadap sekolah. Dan yang ketiga. Ada penekanan pada proses belajar, yang terdiri dari memusatkan diri pada kurikulum dan instruksional,ada pengembangan dan kolegialitas para guru, adanya harapan yang tinggi dari komunitas sekolah, danadanya pemantauan yang berulang-ulang terhadap kemajuan belajar siswa.
Beberapa identifikasi karakteristik sekolah efektif terbagi menjadi tiga kelompok yaitu input, proses dan output. Seperti dalam sistem informasi manajemen yang menekankan pada proses, dalam kelompok karakteristik sekolah efektif juga menekan pada proses pendidikan. Input pendidikan yaitu karakteristik pertama sekolah yang efekfif harus memiliki kebijakan, tujuan  dan sasaran mutu yang jelas seperti pada paragraph pertama yaitu memiliki visi dan misi yang jelas. Kemudian sumber daya yang tersedia harus siap dari kepala sekolah, guru, dan karyawan. Lalu memiliki fasilitas yang memadai seperti buku, dan sarana yang lainya. Dan yang ter akhir dalam karakteristik input adalah fokus pada siswa agar memiliki harapan prestasi yang tinggi.
Kemudian kelompok karakteristik sekolah efektif yang kedua adalah proses yang paling di tekankan dalam pendidikan. Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut. Yang petama mempunyai proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi yang menekankan pemberdayaan peserta didik. Lalu memiliki kepemimpinan sokolah yang  kuat, lingkungan sekolah yang aman dan tertib, kemuadian karakteristik proses harus memiliki pengelolaan tenaga pendidikan yang efektif.
Tidak hanya itu dalam karakteristik proses sokolah yang efektif harus memiliki kerjasama yang kompak, cerdas dan dinamis. Kemudian sekolah bersifat terbuka atau transparan dalam proses manajemen, sekolah juga memiliki kemauan untuk berubah dalam hal ini menjadi lebih baik lagi. Sekolah juga memiliki komunikasi yang baik dan akuntabilitas atau pertanggung jawaban terhadap program yang di jalankan. Dan karakteristik proses yang terakhir adalah sekolah harus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Dalam kelompok karakterisik sekolah efekif yang terakhir adalah karakteristik output seperti yang di harapkan pada karakteristik input. Output yang diharapkan sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu output berupa prestasi akademik dan output berupa prestasi non-akademik. Output prestasi akademik misalnya, nilai/indek prestasi, lomba karya ilmiah remaja, dan lomba berbagai bidang mata pelajaran. Output non-akademik, misalnya keingintahuan yang tinggi, harga diri, kejujuran, kerjasama yang baik, rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama. solidaritas yang tinggi, toleransi, kedisiplinan, kerajinan, prestasi olahraga, kesenian, dan kepramukaan.