Ciri –ciri sekolah efektif

by 0

Oleh : MIYANTO

Tidak semua sekolah memiliki semua komponen system yang efektif.ini semua tergantung pada tingkat pencapaian tujuan yang telah di tetapkan oleh oleh masing –masing komponen.terutama pada tercapainya output sekolah,yaitu sebagai sentral tujuan pendidikan.namun semua itu harus ada komponen- komponen penting yang harus di capai dan di terapkan pada  semua sekolah agar tujuan output dapat tercapai,misal beberapa komponen yang harus di capai :
·         Penggaturan kelembagaan yang didasarkan pada prestasi dan kenyamanan staf
·         Perhatian terhadap kebutuhan ,aspirasi,dan karier staf
·         Pengembangan budaya sekolah dan manajemen sekolah yang modern yang di dasarkan pada share,care,fair.
 David A.squires.et.al.(1983) merumuskan ciri yaitu :
1.      Adanya standar disiplin yang berlaku di sekolah.
2.      Memiliki aturan rutinitas kegiatan di kelas.
3.      Mempunyai standar prestasi yang tinggi.
4.      Siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
5.      Siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik.
6.      Adanya penghargaan untuk siswa berprestasi.
7.      Para siswa diharapkan mempunyai tanggung jawab yang di akui secara umum.
8.      Siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada factor keberuntungan dalam mendapatkan prestasi.
9.      Kepala sekolah mempunyai program supervisi,pengawasan,dibantu oleh guru demi tercapainya tujuan.

Pendapat Jaap Scheerens(1992) sebagai berikut :

1.      Kepemimpinan yang kuat.
2.      Penekanan pada pencapaian kemampuan dasar.
3.      Adanya lingkungan yang nyaman.
4.      Harapan yang tiggi pada prestasi siswa.
5.      Penilaian rutin yang dibuat program oleh siswa.

Pendapat Edward Heneveld sebagai berikut :
1.      Dukungan orang tua siswa dan lingkungan.
2.      Dukungan yang efektif dari system pendidikan.
3.      Dukungan materi yang cukup.
4.      Kepemimpinan yang efektif.
5.      Pengajaran yang baik.
6.      Waktu yang cukup di sekolah.
7.      Fleksibilitas dan otonom
8.      Sikap yang positif dari para guru.
9.      Peraturan dan disiplin.
10.  Kurikululum yang terorganisir.
11.  Harapan yang tunggi dari siswa.
12.  Adanya penghargaan dan insensif.
13.  Waktu pembelajaran yang cukup.
14.  Variasi dan strategi penggajaran.
15.  Frekuensi pekerjaan rumah.
16.  Adanya penilaian dan umpan balik sesering mungkin.

SEKOLAH UNGGUL

by 1

Oleh : Asri Khomsa Mustaqomah

Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu namun dalam penerapanya bahkan penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan, dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
            Untuk menyikapi semua itu system pembelajaran yang selama ini berlaku disemua tingkat pendidikan yaitu adanya keterkungkungan siswa dan guru dalam melaksanakan KBM, dimana Siswa dan Guru dikejar dengan pencapaian target kurikulum dalam artian guru dituntut menyelesaikan semua materi yang ada dalam kurikulum tanpa memperhatikan ketuntasan belajar siswa, disamping itu adanya anggapan bahwa belajar adalah berupa transformasi pengetahuan (Transfer of knowlwdge).Pada sisi unggulan semua sistem itu seharusnya tidak diterapkan agar apa yang menjadi harapan siswa, orang tua siswa, pemerintah, masyarakat dapat tercapai.
            Bagaimana cara belajar, artinya belajar itu tidak hanya berupa transformasi pengetahuan tetapi jauh lebih penting adalah mempersiapkan siswa belajar lebih jauh dari sumber-sumber yang mereka temukan dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun dari lingkungan dimana dia tumbuh guna mengembangkan potensi dan perkembangan dirinya atau dengan kata lain belajar pada hakekatnya bagaimana mengartikulasikan pengetahuan-pengetahuan siswa kedalam kenyataan hidup yang sedang dan yang akan dihadapi oleh siswa.
            Dalam hal mengembangkan sekolah kearah sekolah unggul (sekolah efektif) disamping perubahan-perubahan tersebut masih banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Sarana dan prasarana, Menejemen persekolahan,Visi danMisi sekolah, Profesionalisme Guru dan lain-lain. Untuk Profesionalisme bukan berarti menguasai sebagian besar pengetahuan tatapi lebih penting adalah bagaimana membuat siswa dapat belajar, guru dan siswa disederhanakan agar tidak tercipta gep,adanya perilaku guru yang membuat siswa tersisih atau terpisah dari gurunya, guru dan siswa harus terjalin komunikasi agar dalam proses pembelajaran ada keterbukaan siswa mengeritik dan mengeluarkan pendapat. Sebab bukan tidak mungkin dengan pengaruh perkembangan teknologi siswa lebih pintar dari gurunya. 
            Pada kenyataannya diera sekarang ini banyak guru yang gaptek ( gagap tekhnologi ) dan siswa lebih banyak mencari ilmu pengetahuan lewat internet yang notabene lebih luas cakupannya dan kalau tidak diimbangi dengan pengetahuan agama dapat menjadikan generasi yang salah, walaupun tidak semua tetapi kita perlu waspadai dengan banyaknya situs-situs diinternet yang tidak terkontrol.

KARAKTERISTIK SEKOLAH EFEKTIF

by 0

oleh: Koeri ulinuha

Sekolah harus memiliki visi dan misi yang jelas sehingga sekolah memiliki tuajuan untuk di capainya maka dari itu sekolah harus mempunyai ciri-ciri dan karakteristik sekolah yang efektif.  Berikut adalah karakteristik sekolah yang efektif. pertama Adanya visi dan misi yang dipahami bersama oleh komunitas sekolah, yang dari sini dapat dirinci lagi menjadi tiga. yaitu adanya system nilai dan keyakinan yang saling di mengerti oleh komunitas sekolah, adanaya tujuan sekolah yang jelas dan adanya kepemimpinan intruksional. Kedua iklim belajar yang kondusif di sekolah yang meliputi. Adanya keterlibatan dan tanggung jawab siswa, lingkungan fisik yang mendukung, perilaku siswa yang positif, adanya dukungan keluarga dan masyarakat terhadap sekolah. Dan yang ketiga. Ada penekanan pada proses belajar, yang terdiri dari memusatkan diri pada kurikulum dan instruksional,ada pengembangan dan kolegialitas para guru, adanya harapan yang tinggi dari komunitas sekolah, danadanya pemantauan yang berulang-ulang terhadap kemajuan belajar siswa.
Beberapa identifikasi karakteristik sekolah efektif terbagi menjadi tiga kelompok yaitu input, proses dan output. Seperti dalam sistem informasi manajemen yang menekankan pada proses, dalam kelompok karakteristik sekolah efektif juga menekan pada proses pendidikan. Input pendidikan yaitu karakteristik pertama sekolah yang efekfif harus memiliki kebijakan, tujuan  dan sasaran mutu yang jelas seperti pada paragraph pertama yaitu memiliki visi dan misi yang jelas. Kemudian sumber daya yang tersedia harus siap dari kepala sekolah, guru, dan karyawan. Lalu memiliki fasilitas yang memadai seperti buku, dan sarana yang lainya. Dan yang ter akhir dalam karakteristik input adalah fokus pada siswa agar memiliki harapan prestasi yang tinggi.
Kemudian kelompok karakteristik sekolah efektif yang kedua adalah proses yang paling di tekankan dalam pendidikan. Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut. Yang petama mempunyai proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi yang menekankan pemberdayaan peserta didik. Lalu memiliki kepemimpinan sokolah yang  kuat, lingkungan sekolah yang aman dan tertib, kemuadian karakteristik proses harus memiliki pengelolaan tenaga pendidikan yang efektif.
Tidak hanya itu dalam karakteristik proses sokolah yang efektif harus memiliki kerjasama yang kompak, cerdas dan dinamis. Kemudian sekolah bersifat terbuka atau transparan dalam proses manajemen, sekolah juga memiliki kemauan untuk berubah dalam hal ini menjadi lebih baik lagi. Sekolah juga memiliki komunikasi yang baik dan akuntabilitas atau pertanggung jawaban terhadap program yang di jalankan. Dan karakteristik proses yang terakhir adalah sekolah harus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Dalam kelompok karakterisik sekolah efekif yang terakhir adalah karakteristik output seperti yang di harapkan pada karakteristik input. Output yang diharapkan sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu output berupa prestasi akademik dan output berupa prestasi non-akademik. Output prestasi akademik misalnya, nilai/indek prestasi, lomba karya ilmiah remaja, dan lomba berbagai bidang mata pelajaran. Output non-akademik, misalnya keingintahuan yang tinggi, harga diri, kejujuran, kerjasama yang baik, rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama. solidaritas yang tinggi, toleransi, kedisiplinan, kerajinan, prestasi olahraga, kesenian, dan kepramukaan.

Manajemen Sekolah Efektif

by 0

Oleh : Muhamad Muhsin
       Pendidikan sekolah di Indonesia masih jauh dari kata efektif atau berkembang. Agar mutu pendidikan di Indonesia tetap terjaga dan proses peningkatan mutu tetap stabil dan terkontrol,maka harus ada standar sekolah di masing-masing daerah yang disepakati secara nasional. Pengelolaan peningkatan mutu sekolah yang mampu memenuhi sumberdaya yang dimiliki sekolah akan tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut.

       Kriteria atau karateristik manajemen sekolah yang efektif meliputi 5 hal yaitu: 
  1. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
  2. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
  3. Suasana yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
  4. Harapan bahwa semua siswa minimal menguasai ilmu pengetahuan tertentu
  5. Penilian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa.
       Peran kepala sekolah sangat besar karena harus dapat mengembangkan program pendidikan disekolah. Pelatihan maupun ketrampilan tekhnik tertentu merupakan kunci terlaksananya suatu penerapan karena akan membentuk lingkungan kerja yang sesuai dengan tujuan program. Kepemimpinan dan kerja tim saling melengkapi dalam pelaksanaan suatu kegiatan pendidikan di sekolah. Kehilangan faktor komunikasi antar bagian dan pelaksanaan dapat menjadi beban atau kendala dari pelaksanaan kegiatan.
       Stategi ini berbeda dengan konsep mengenai pengelolaan sekolah yang selama ini kita kenal. Dalam sistem lama birokrasi pusat sangat mendominasi proses pengambilan atau pembuatan keputusan pendidikan yang bukan hanya kebijakan yang bersifat makro saja, tetapi lebih jauh kedalam hal-hal yang bersifat mikro. Sekolah cenderung hanya melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, lingkungan sekitar dan harapan orang tua. Pengalaman merupakan bahwa sistem lama sering menimbulkan kontradiksi antara apa yang menjadi kebutuhan sekolah dengan kebijakan yang harus dilaksanakan didalam proses meningkatkan mutu pendidikan.

SEKOLAH SEBAGAI SUATU SISTEM

by 0

Oleh : Miftahudin

Sekolah dikatakan sebagai suatu sistem jika di dalamnya terdapat suatu pengaturan yang tertata atau tersusun. Semua yang ada di dalamnya ikut sesuai dengan sistem yang disepakati secara bersama-sama oleh semua warga sekolah tersebut.
Sistem adalah suatu rangkaian atau susunan yang dibuat untuk mencapai tujuan bersama, jika susunan tersebut dilaksanakan sesuai dengan runtutan maka tujuan tersebut akan tercapai. Sedangkan sekolah adalah suatu wahana atau lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan lulusan atau generasi bangsa yang cerdas dan mengabdi pada negara. Sekolah sebagai suatu sistem yaitu sekolah dijadikan sebagai suatu sistem karena sekolah mempunyai komponen input, proses, dan output.

Read more »

Manajemen Sekolah

by 0


oleh: HAFIDZ NURWIN P
Dalam pendidikan memiliki sebuah sistem komponen yang terdiri dari input, proses, dan output. Komponen tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait, terikat, mempengaruhi, membutuhkan dan menentukan.
sekolah sebagai input segala masukan yang dibutuhkan sekolah untuk terjadinya pemrosesan guna mendapatkan output yang diharapkan.
Proses kepemimpinan yaitu menghasilkan keputusan kelembagaan yang terjadi, untuk mendapatka output yang lebih baik dari awal masuk input. 
Sekolah merupakan suatu institusi yang didalamnya terdapat komponen guru, siswa, dan staf administrasi yang masing-masing mempunyai tugas tertentu dalam melancarkan program sekolah. Pada akhirnya manajemen sekolah dapat mengelola sistem sekolah itu sendiri.