Manajemen Layanan Khusus

by 3

Oleh : Novita Anggraini Agustiana

            Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya dibuat untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapain tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik senanatiasa berada dalam keadaan baik, baik disini menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.
            Implementasi manajemen layanann khusus yang dilakukan sekolah meliputi manajemen perpustakaan. Mengingat Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka. Maka dari itu perpustakaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar daopat mengikuti perkembangan zaman.
            Selain manajemen perpustakaan, implementasi manajemen layanan khusus lainnya adalah Layanan kesehatan di sekolah yang biasanya dibentuk sebuah wadah bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan sekolah.
            Implementasi manajemen layanan khusus yang terakhir adalah Layanan keamanan yaitu layanan yang dapat memberikan rasa aman pada siswa selama siswa belajar di sekolah misalnya adanya penjagaan oleh satpam sekolah.
            Mengingat pentingnya manajemen layanan khusus di suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Maka dari itu, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik dan memberikan rasa aman pada siswa selama siswa belajar di sekolah.

3 Responses to “Manajemen Layanan Khusus”

  1. Sebenarnya kan manajemen layanan khusus dibuat untuk mempermudah siswa.
    Perpustakaan merupakan salah satu implementasi manajemen layanan khusus.
    Tetapi ketika kita melihat realita sekarang, perpustakaan sekarang jarang dikunjungi siswa..
    Nah, bagaimana caranya mengoptimalkan fungsi perpustakaan ini??

    BalasHapus
  2. menanggapi pertanyaan mbak Suparmi, menurut saya, cara optimalisasi fungsi perpustakaan adalah dengan memberikan rangsangan agar makin banyak yang datang kesana. bisa dengan memberikan penghargaan untuk pengunjung ter-aktif, peminjam buku terbanyak. selain itu bisa juga dengan adanya fasilitas hotspot. memang era cyber ini telah banyak mengubah perilaku keseharian kita. tidak sedikit yang lebih memilih mencari referensi melalui internet dibanding ke perpustakaan. selain karena mudah, 'googling' juga sudah mampu memberikan kita banyak informasi tentang referensi yang kita cari.

    Itu baru sebatas gagasan kecil saja. barangkali ada ide lain yang lebih cemerlang, seperti membuat aktivitas di perpus menjadi semudah mencari sumber di internet...

    BalasHapus
  3. untuk merangasng agar siswa lebih senang berada didalam perpustakaan, pustakawan harus lebih kreatif memberikan pelayanan seperti mengadakan diskusi tentang permasalahan yang lebih aktuak, selain apa yang di sampaikan oleh mba Saian Nur Fajri. kita juga harus mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah motifasi para siswa dalam meingkatkan minat baca seperti berperan aktif membuat lomba-lomba mading, karya tulis ilmiah, mengubah suasana perpustakaan tidak kaku, membuat poster/baliho tentang pentingnya perpustakaan dalam meningkatan minat baca, memberi contoh kepada peserta didik bahwa perpustakaan dan membaca sangat panting, menampilkan figur yang dihormati oleh siswa dalam upaya meningkatkan minat baca dan yang lebih penting lagi peran aktif guru dalam membantu program-program perpustakaan yang dijalankan. point terakhir ini masih banyak guru belum membantu mensukseskan program perpustakaan seperti meningkatan minat baca terhadap siswa, karena guru sendiri beluk terbiasa dengan membaca atau menambah pengetahuannya pada bidang yang di ajar.

    BalasHapus